news


Direktur FiberStar Raih Penghargaan Indonesia Future Business Leader 2018


21 November 2018, Jakarta - Direktur FiberStar, Thomas Dragono, berhasil meraih penghargaan Indonesia Future Business Leader (IFBL) 2018 yang diberikan langsung oleh Bapak Kemal E. Gani, Pemimpin Umum Majalah SWA bertempat di Hotel Shangrila Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan tanggal 31 Oktober bertepatan dengan acara Indonesian Leadership and Human Capital Summit 2018 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan NBOGroup. Penghargaan IFBL 2018 ini sendiri merupakan sebuah ajang pembuktian bagi calon-calon CEO atau calon pemimpin bisnis untuk menunjukkan kemampuan leadership mereka, serta kemampuan dalam melakukan terobosan-terobosan strategi bisnis yang cerdas, kreatif, bijak, dan beretika, sehingga dapat membawa perusahaan semakin kompetitif dan terus berkembang.

Sebelum dinobatkan menjadi salah satu pemenang ajang IFBL 2018, terlebih dahulu dilakukan proses penjurian pada pertengahan Oktober lalu. Turut hadir menjadi juri dalam ajang ini antara lain Irham Dilmy (Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara), Dwi Soetjipto (Former CEO Pertamina), Hotbonar Sinaga (Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko & Asuransi ), Wimbo Hardjito (Former CEO Angkasa Pura I), dan Hasnul Suhaimi (Former CEO XL Axiata). Dalam proses penjurian, Thomas Dragono memaparkan presentasi mengenai "Smart Creative Wise Ethic" yang berisikan mengenai awal mula perjalanan karir dan proses hingga saat ini menjabat sebagai salah satu Direktur di PT. Mega Akses Persada. "Adalah tugas kita sebagai pemimpin untuk menciptakan dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dibekali dengan keahlian serta pengetahuan yang tepat. Saya berpegangan pada prinsip yang pernah diajarkan ke saya: Respect is to be earned, not to be given, dan juga untuk selalu melayani dengan cinta" ujar Thomas dalam pemaparannya di hadapan dewan juri.

Dalam kesempatan penjurian tersebut, Thomas juga menceritakan bagaimana awal mula dibentuknya FiberStar yang di tahun ini telah mencapai usia lima tahun sebagai salah satu perusahaan infrastruktur kabel optik di Indonesia yang pertama memiliki konsep net neutrality. Hal ini juga merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam karir Thomas seperti yang diceritakan dalam essay serta pemaparan saat penjurian. Thomas berbagi pengalaman bahwa ide awal bisnis kabel optik dengan konsep netralitas banyak diragukan oleh berbagai pihak namun beliau, yang juga Co-Founder dari FiberStar, tidak patah arang dan tetap berjuang untuk menyukseskan visi misi perusahaan tersebut. Melalui FiberStar, Thomas berharap dapat terciptanya konektivitas yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga keluar ke wilayah yang terpencil demi menciptakan kedaulatan digital untuk Indonesia. Akhir kata, Thomas juga berharap melalui kehadiran FiberStar dapat berperan serta berkontribusi dalam pembangunan nasional di sektor teknologi informasi. Diharapkan dengan terciptanya fasilitas infrastruktur telekomunikasi yang memadai dapat juga mempercepat penyebaran informasi serta pemerataan pembangunan.