news


Terus Wujudkan Komitmennya, FiberStar berperan aktif dalam Musyawarah Nasional APJATEL 2018


19 April 2018, Jakarta.Pada era digitalisasi, konektivitas merupakan hal yang sangat penting dalam membangun komunitas digital serta mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa. Jaringan telekomunikasi, merupakan pondasi yang sangat penting dalam menunjang segala kebutuhan aplikasi berbasis Internet of Things (IoT). Oleh karena itu, pembangunan jaringan telekomunikasi di Indonesia tentu tidak lepas dari peran penting para penyelenggara jaringan telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).

Pemerintah dengan rencana pembangunan pita lebar (broadband) Indonesia tahun 2014-2019, bertujuan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia, menjadi parameter bagi anggota APJATEL untuk turut serta memberikan kontribusi. Selaras dengan komitmennya untuk terus mendukung pemerataan adopsi TIK di Indonesia, PT Mega Akses Persada (FiberStar) turut berpatisipasi dan berperan aktif dalam Musyawarah Nasional Ke-II APJATEL 2018 yang dilaksanakan pada Kamis, 19 April 2018. Bertempat di Hotel JW Marriot-Mega Kuningan Jakarta, Musyawarah Nasional kali ini mengangkat tema "Sinergi antar Anggota APJATEL dalam Mensukseskan Program Pita Lebar Indonesia di Seluruh Kecamatan Pulau Jawa dan Bali". Tujuan diselenggarakannya Musyawah Nasional ini adalah untuk menjembatani berbagai permasalahan, menyusun program strategis serta merumuskan aspirasi dari seluruh anggota APJATEL yang akan dijadikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah.

Musyawarah Nasional dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Apjatel, Bapak Lukman Adjam dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA. Acara dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bapak Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi.

Pada kesempatan kali ini, diselenggarakan juga APJATEL ACHIEVEMENT’S AWARDS 2018 dan FiberStar mendapatkan penghargaan sebagai "Pioneer of Effective and Efficient Networks Provider for Domestic IP Backbone". Penghargaan ini adalah sebagai bentuk apresiasi bagi FiberStar yang dianggap sebagai pionir dalam pengembangan IP Backbone di Pulau Jawa dan Bali, serta kedepannya Jaringan FiberStar dianggap dapat menjadi solusi jaringan telekomunikasi yang efektif dan efisien di Indonesia

Musyawarah Nasional resmi dibuka dengan dibunyikannya gong oleh Bapak Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi bersama Bapak Sandiaga Uno. Dalam sambutannya, Bapak Sandiaga Uno mengungkapkan "Dengan Musyawarah Nasional APJATEL kali ini, kami selaku pemerintah DKI Jakarta berharap akan terjadinya sinergi antara semua pihak. Semoga di kemudian hari konektivitas di Kota Jakarta dapat turut mengembangkan ekonomi digital dan mendukung Jakarta agar dapat menjadi kota Metropolis Economic, terutama dengan akan diadakannya ASEAN GAMES di Kota Jakarta."

Di pemaparannya, Bapak Djoko Setiadi, Kepala BSSN menambahkan "BSSN sangat mendukung penuh rencana pengembangan pita lebar di Indonesia, karena dengan jaringan telekomunikasi yang mumpuni akan menguntungkan perekonomian Indonesia. Dengan bersatunya semua komponen secara nasional, berbagai tantangan di dunia siber yang mungkin kita hadapi menjelang ASEAN GAMES, Pilkada serentak dan Pilpres 2019 dapat kita cegah" ungkapnya.

Bapak Lukman Adjam selaku Ketua Umum APJATEL juga mengungkapkan "Munas-II APJATEL diharapkan menghasilkan kesepakatan para anggota untuk saling bekerjasama dalam pemanfaatan infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh masing-masing anggota APJATEL sebagai upaya percepatan penetrasi jaringan fixed broadband bagi masyarakat Indonesia, tuturnya.

Thomas Dragono, Director PT Mega Akses Persada (FiberStar) menambahkan bahwa, "Peran APJATEL menjadi sangat penting sebagai wadah untuk menjembatani antara regulator dan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi. Semua pihak harus dapat berkolaborasi agar kualitas hidup masyarakat Indonesia dapat meningkat dengan adanya pemerataan adopsi TIK ini."